Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Wakil Ketua MPR RI Rayakan Hari Buruh Bersama Ratusan Pekerja di Jepara, Tekankan Empat Pilar Kebangsaan

Wakil Ketua MPR RI peringati hari buruh 2026 di Jepara

KlikFakta.com, JEPARA — Peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Jepara tahun ini diwarnai kehadiran Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, yang turun langsung menyapa dan berdialog dengan ratusan pekerja. Dalam momentum tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan pemahaman empat pilar kebangsaan di tengah tantangan ekonomi dan perubahan industri yang kian kompleks.

Kegiatan yang digelar bersama Aliansi Serikat Buruh Jepara, Jumat (1/5/2026), berlangsung di sebuah rumah makan di Jepara, Jawa Tengah. Acara ini dihadiri perwakilan berbagai serikat pekerja, seperti KSPSI, SPTI, SPN, Serikat Mandiri Kanindo, serta perwakilan PUK dari sejumlah pabrik.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno dan Ketua Komisi C DPRD Jepara Nur Hidayat.

Dalam sambutannya, perempuan yang akrab disapa Rerie itu menyoroti tantangan global seperti digitalisasi dan otomatisasi industri yang berdampak langsung pada dunia kerja. Menurutnya, buruh tidak hanya dituntut adaptif, tetapi juga harus memiliki landasan kebangsaan yang kuat.

“Pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—menjadi penting agar buruh tidak hanya menjadi tenaga produksi, tetapi juga bagian dari kekuatan bangsa yang mampu memperjuangkan haknya secara tepat,” ujar Rerie.

Ia menambahkan, perjuangan buruh merupakan bagian dari amanat konstitusi dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera. Namun, ia mengingatkan agar aspirasi disampaikan melalui jalur dialog, komunikasi, dan kerja sama yang konstruktif.

IMG 20260501 WA0009

Sementara itu, Ketua DPC KSPSI Kabupaten Jepara yang juga pembina Aliansi Serikat Buruh Jepara, Murdiyanto, menilai kehadiran pimpinan MPR RI dalam peringatan Hari Buruh ini sebagai momentum penting.

“Ini menjadi ruang langka bagi kami. Kehadiran beliau menunjukkan bahwa suara buruh didengar. Harapan kami, aspirasi yang disampaikan bisa dikawal hingga tingkat pusat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, buruh di Jepara masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari upah hingga kondisi kerja yang belum sepenuhnya berpihak pada pekerja. Menjelang penetapan upah minimum, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap kesejahteraan buruh.

Peringatan Hari Buruh tersebut tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka antara pekerja dan pemangku kebijakan. Sejumlah aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat ditindaklanjuti secara konkret di tingkat nasional.

Reporter: Aris. S

Share: