KlikFakta.com, JEPARA – Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 14 Jepara menggelar open house di Pendopo Kartini, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pengenalan program pendidikan, metode pembelajaran, serta karya siswa kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah Nugraheni Triastuti, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Ratib Zaini.
Dalam sambutannya, Nugraheni yang mewakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Jepara terhadap rencana pembangunan SNT 14 Jepara di Kecamatan Pakisaji.
Sekolah tersebut direncanakan menjadi fasilitas pendidikan bagi siswa jenjang SMP dan SMA, khususnya mereka yang memiliki kemampuan akademik unggul.
“Harapannya, lulusan terbaik nantinya bisa dilayani di Sekolah Nasional Terintegrasi. Sementara ini masih dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan, insyaallah tahun depan sudah di Pakisaji,” ujarnya.
Nugraheni menyebutkan, saat ini terdapat tiga SNT di Jawa Tengah, yakni di Jepara, Banyumas, dan Purbalingga. Namun, kegiatan belajar mengajar baru berlangsung di Jepara dan Banyumas.
Sementara itu, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pendidikan di Kabupaten Jepara melalui dua program prioritas, yakni Sekolah Rakyat dan Sekolah Nasional Terintegrasi.

“Kabupaten Jepara ini alhamdulillah diperhatikan oleh pemerintah pusat, oleh Presiden Prabowo Subianto atas pendirian dua program prioritas beliau. Yang pertama adalah Sekolah Rakyat, dan sekarang Sekolah Nasional Terintegrasi,” kata Hajar.
Menurut Hajar, rencana pembangunan SNT dengan fasilitas yang lengkap dan modern diharapkan mampu mendukung pengembangan minat dan bakat siswa. Dengan demikian, sekolah tersebut dapat berkontribusi dalam mencetak generasi unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dalam kegiatan itu, Hajar juga mengikuti pembelajaran interaktif berbasis teknologi dan mengunjungi sejumlah stan yang menampilkan karya siswa. Ia menilai penggunaan teknologi dapat membuat proses belajar lebih menarik dan memudahkan siswa dalam memahami materi. Sementara itu, berbagai karya yang dipamerkan menunjukkan kreativitas dan inovasi siswa, meskipun SNT 14 Jepara baru beroperasi sekitar dua bulan.
Salah satu siswa SNT 14 Jepara, Kenzhy, asal Desa Langon, Kecamatan Tahunan, mengaku senang dapat bersekolah di SNT. Menurutnya, kegiatan belajar di sekolah tersebut membantu mengembangkan minat dan bakatnya. Ia juga merasa nyaman karena memiliki teman-teman yang menyenangkan.
“Terima kasih Pak Presiden Prabowo, saya bisa sekolah di SNT 14 Jepara. Belajarnya seru dan sesuai minat. Selamat ulang tahun Pak Presiden,” ucapnya.
Melalui kegiatan open house ini, SNT 14 Jepara memperkenalkan pendekatan pembelajaran dan hasil karya siswa sekaligus menunjukkan upaya pengembangan pendidikan yang mendukung potensi peserta didik.(ADV)







