Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Inovasi Pembelajaran Digital: Peneliti Kembangkan Media Visual Adaptif untuk Membantu Anak Down Syndrome Belajar Calistung

Tim Peneliti dari UIN Sunan Kudus

KARANGANYAR, KlikFakta.com – Pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan terus berkembang, termasuk dalam mendukung pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim peneliti mengembangkan inovasi media visual adaptif berbasis website untuk memperkuat kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) bagi anak dengan Down syndrome.

Penelitian bertajuk “Pengembangan Media Visual Adaptif Berbasis Website untuk Penguatan Calistung Pembelajaran Anak Down Syndrome di SLB” ini dilaksanakan di dua sekolah luar biasa (SLB) di Kabupaten Karanganyar, yakni SLB Mandiri Putra di Kecamatan Jumapolo dan SLB Mandiri Putra Bangsa di Kecamatan Jatipuro. Kegiatan penelitian berlangsung pada 6 Juli 2026 dan 9 Juli 2026.

Penelitian ini diketuai oleh Fajar Rosyidi, M.Pd., dengan Ahmad Nafi’, M.Pd. dan Feni Kholifatul Tsunami sebagai anggota peneliti. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang lebih adaptif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak dengan Down syndrome.

Ketua peneliti, Fajar Rosyidi, M.Pd., menjelaskan bahwa pengembangan media visual adaptif berbasis website dilatarbelakangi oleh pentingnya menghadirkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individual peserta didik berkebutuhan khusus.

WhatsApp Image 2026 11 05 at 08.22.23

“Anak dengan Down syndrome memiliki karakteristik dan kebutuhan belajar yang beragam. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu membantu guru menyampaikan materi secara konkret, bertahap, dan interaktif. Melalui pengembangan media berbasis website ini, kami ingin menghadirkan alternatif pembelajaran calistung yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik,” ungkap Fajar Rosyidi.

Menurutnya, kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung merupakan fondasi penting bagi perkembangan kemandirian dan kemampuan akademik anak. Karena itu, inovasi media pembelajaran perlu diarahkan bukan sekadar pada penggunaan teknologi, melainkan juga pada bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.

Pelaksanaan penelitian di SLB Putra Mandiri Jumapolo dan SLB Putra Mandiri Bangsa Jatipuro juga menjadi kesempatan untuk memahami kebutuhan pembelajaran secara langsung dari lingkungan sekolah. Kolaborasi dengan pihak sekolah menjadi aspek penting agar pengembangan teknologi pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecanggihan produk, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan pembelajaran di lapangan.

Kepala SLB Mandiri Putra Jumapolo Ibu Ita Sulistyowati, S.Pd dalam tanggapannya terhadap kegiatan penelitian ini, diharapkan dapat menyoroti pentingnya inovasi media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.

“Pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi merupakan salah satu inovasi yang menarik bagi pendidikan khusus. Kami berharap kehadiran media visual adaptif ini dapat memberikan alternatif bagi guru dalam menyampaikan materi calistung dengan cara yang lebih menarik, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih bervariasi.”Ungkapnya

Pandangan serupa juga dari kepala sekolah pihak SLB Mandiri Putra Bangsa Jatipuro Muhammad Fajar Rianto. Keterlibatan sekolah dalam penelitian ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara dunia penelitian dan praktik pendidikan khusus.

“Bagi sekolah, inovasi pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan dan kemampuan masing-masing anak sangat penting. Media pembelajaran berbasis website ini diharapkan dapat memperkaya strategi pembelajaran guru serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar melalui pendekatan visual dan interaktif.” Jelasnya.

Pengembangan media ini diharapkan dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif, terutama dalam mengenalkan konsep dasar membaca, menulis, dan berhitung melalui gambar, simbol, warna, serta aktivitas interaktif.

Dengan demikian, penggunaan media digital tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru, melainkan memperkuat strategi pembelajaran dan memberikan pilihan pendekatan yang lebih beragam sesuai kebutuhan peserta didik.

Share: