Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

PAW Desa Undaan Kidul Berjalan Aklamasi, Aris M. Tharis Siap Jalankan Program Prioritas Desa

(Foto: klikFakta/Zulfikar)

klikFakta.com, KUDUS – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan secara aklamasi pada Kamis (18/6/2026), pagi.

Calon terpilih, Aris M. Tharis, menyampaikan bahwa pelaksanaan PAW berjalan sesuai prosedur dan mendapat dukungan penuh dari para pemilik hak suara yang hadir.

“Alhamdulillah, proses PAW pagi tadi berjalan sebagaimana mestinya. Berbagai isu yang sempat muncul terkait pencalonan saya akhirnya terpatahkan dengan pelaksanaan PAW yang berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan secara aklamasi,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan PAW di Desa Undaan Kidul menjadi salah satu yang tercepat di antara tujuh desa di Kabupaten Kudus yang melaksanakan proses serupa.
Dari total 192 pemilik hak suara, hanya empat orang yang tidak hadir. Ketidakhadiran tersebut disebabkan berbagai alasan, mulai dari sakit, datang terlambat, hingga berada di luar kota.

“Dari 192 pemilih, hanya empat orang yang tidak hadir. Tingkat kehadiran hampir mencapai 99 persen,” katanya.

Hak suara dalam PAW tersebut berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Karang Taruna, Posyandu, P3A, kelompok tani (Poktan), hingga gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Usai terpilih, Aris menegaskan akan fokus menjalankan sejumlah program prioritas selama masa jabatannya sekitar satu setengah tahun ke depan. Program tersebut meliputi reorganisasi P3A, pemilihan anggota BPD, serta persiapan dan pelaksanaan pemilihan kepala desa definitif.

“Program yang menjadi skala prioritas adalah reorganisasi P3A, kemudian pemilihan BPD, dan yang ketiga pemilihan kepala desa definitif,” jelasnya.

Terkait harapan masyarakat, Aris mengatakan warga menginginkan sosok pemimpin yang amanah dan mampu melanjutkan program pembangunan desa yang telah direncanakan sebelumnya.

Salah satu program prioritas yang saat ini hampir rampung adalah pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Ia menyebut progres pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026.

“Alhamdulillah progres pembangunan tempat pengolahan sampah sudah hampir 90 persen. Insyaallah pada tahun 2026 nanti sudah bisa beroperasi,” pungkasnya.

Reporter: Zulfikar

Share: