Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pati Bersiap Hadapi Kemarau, Rp500 Juta Disiapkan

Ilustrasi lahan kekeringan (Freepik)

KlikFakta.com, PATI – Bayang-bayang kekeringan akibat kemarau mulai menghampiri Kabupaten Pati.

Pemkab pun menyiapkan anggaran Rp500 juta untuk antisipasi bencana kekeringan.

Belajar dari tahun 2023, desa terdampak kekeringan mencapai 94 desa yang tersebar di 10 kecamatan di Pati.

Termasuk di Desa Donorejo, Kecamatan Tayu yang masih memiliki vegetasi cukup banyak.

Untuk antisipasi dampak musim kemarau, desa setempat juga sudah membuat sumur dalam serta menyiapkan bak penampungan di sejumlah titik.

“Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau mulai bulan Mei 2024 dan puncaknya pada bulan Juli 2024. Namun, karena fenomena El Nino tidak terjadi, meskipun kemarau masih sering turun hujan sehingga cuacanya termasuk kemarau basah,” kata Kepala Pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi Prasetyo di Pati. Dilansir¬†ANTARA Rabu (3/7/2024).

Meski masih sering hujan, Budi menyebut sudah ada satu desa yang mengajukan bantuan air bersih. Yakni Desa Tambahagung di Kecamatam Tambakromo yang mengalami kekeringan.

BPBD Pati pun sampai saat ini sudah menerjunkan 10 truk tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih.

Ia menyebut berbagai pihak turut membantu dalam mengatasi bencana kekeringan.

“Tentunya pihak lain juga ikut peduli, seperti PMI serta para relawan karena di Pati juga ada relawan yang peduli terhadap warga yang terdampak kekeringan,” ujarnya.

Penjabat Bupati Pati Henggar Budi Anggoro memastikan Kabupaten Pati lebih siap menghadapi musim kemarau.

Ia beralasan dukungan anggaran sudah cukup dan persiapan matang. Di samping itu juga fenomena kemarau yang tidak sekering tahun sebelumnya tidak menimbulkan dampak kekeringan yang signifikan.

“Untuk saat ini pasokan air terbesar yang berada di Kabupaten Pati terdapat pada Waduk Gembong dengan volume air 90 persen. Semoga kemarau tahun ini tidak separah kemarau tahun lalu yang baru selesai pada akhir November sehingga menyebabkan pasokan air di Waduk Gembong habis,” ujarnya.

Selain itu, kata Henggar, juga terdapat Waduk Gunung Rowo dengan volume air 60 persen sebagai cadangan air di daerah utara.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *