KlikFakta.com, Demak – Pimpinan Anak Cabang PERGUNU (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) Kecamatan Wonosalam gandeng HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) dan KADIN (Kamar Dagang Indonesia) untuk melakukan pendampingan kemandirian ekonomi kepada para guru honorer.

Di periode kepemimpinan Saifudin saat ini, PERGUNU menginisiasi program BETVILY (Basic E-commerce Training for Village Youth). Program ini adalah bentuk pelaksanaan program dari visi besar 2021-2025 yaitu “Empowering PERGUNU.”

Dari visi tersebut “diharapkan para guru dapat berdaya di dalam jam mengajar maupun di luar jam mengajar, artinya guru dapat memberikan pengajaran terbaik untuk para murid di dalam kelas, tetapi disisi lain juga dapat memberikan nafkah terbaik untuk keluarganya,” ungkap Saifudin yang juga berprofesi sebagai dosen UIN Salatiga.

Saifudin menambahkan bahwa kemandirian ekonomi rakyat bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan butuh kerjasama banyak pihak, PERGUNU harus turun tangan memberdayakan para guru agar semakin kuat dan berdaya.

“Agar para guru memiliki ekonomi yang kuat, maka harus ditumbuhkan jiwa entrepeneurship-nya. Salah satu caranya adalah dengan melatih mereka untuk berbisnis secara digital. Sedangkan bisnis di era digitalisasi salah satunya adalah dapat dijembatani melalui media e-commerce” tambahnya.

Kegiatan BETVILY (24/9) yang dibuka oleh Camat ini diikuti oleh para guru honorer yang meliputi 21 orang perwakilan dari setiap desa di lingkungan kecamatan Wonosalam.

Zuli selaku ketua panitia menyatakan “Aula Kecamatan Wonosalam dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini, karena sebagai bentuk sinergisitas guru dengan pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia.”