klikFakta.com, KUDUS — Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus dilakukan oleh Kelompok 76 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kudus di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Salah satunya melalui program penanaman pohon palem di sejumlah fasilitas pendidikan, gedung organisasi kemasyarakatan, dan pekarangan rumah tokoh masyarakat.
Penanaman pohon tersebut menjadi salah satu bagian dari program ekoteologi yang diusung KKN 76 sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menanamkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia.
Bibit pohon palem ditanam di beberapa lokasi strategis di Desa Papringan, di antaranya SDN 01 Papringan, SDN 02 Papringan, SDN 03 Papringan, dan MI NU Mustafidin. Selain lingkungan sekolah, penanaman juga dilakukan di Gedung IPPNU dan IPNU, rumah Kepala Desa Papringan, serta kediaman Bapak Haji Cipto.
Pemilihan sejumlah lokasi tersebut diharapkan dapat membuat keberadaan tanaman tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga menjadi bagian dari lingkungan yang dapat dirawat dan dimanfaatkan bersama oleh masyarakat.
Program penanaman pohon ini bertujuan untuk menambah ruang hijau, memperindah lingkungan, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam, serta menanamkan nilai-nilai ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan sederhana tersebut, KKN 76 ingin mengajak masyarakat untuk melihat lingkungan bukan sekadar sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai bagian dari kehidupan yang perlu dijaga dan dirawat.
Penanaman pohon juga menyasar lingkungan sekolah agar nilai kepedulian terhadap alam dapat dikenalkan sejak dini kepada anak-anak. Keberadaan pohon yang ditanam di lingkungan pendidikan diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus media sederhana bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan, merawat tanaman dan menciptakan lingkungan yang sehat.
Bagi KKN 76, gerakan penghijauan tersebut tidak berhenti pada kegiatan menanam. Perawatan setelah penanaman menjadi bagian penting agar bibit yang telah ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, keterlibatan masyarakat dan pihak-pihak di lokasi penanaman menjadi kunci keberlanjutan program.
Melalui gerakan tersebut, KKN 76 Desa Papringan berupaya menghadirkan ekoteologi dalam bentuk yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Menanam pohon menjadi langkah sederhana untuk membangun kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari menjaga kehidupan dan bentuk tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah kecil yang memberikan dampak berkelanjutan bagi Desa Papringan, sekaligus mendorong tumbuhnya budaya peduli lingkungan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Editor: Saiful







