Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Purbaya Sebut Sudah Siapkan Strategi Dorong Dolar ke Rp15.000, Rupiah Bakal Menguat?

(Foto: Instagram @menkeuri)

KlikFakta.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah dapat kembali menguat hingga menyentuh level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat. Keyakinan itu disampaikan di tengah kondisi rupiah yang masih berada di kisaran Rp17.600-an per dolar AS dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam pernyataannya, Purbaya mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat mata uang Garuda. Ia bahkan memastikan akan ada “action” atau kebijakan baru yang mulai dijalankan dalam waktu dekat guna menahan aliran devisa hasil ekspor agar tetap berada di dalam negeri.

Purbaya menjelaskan salah satu fokus utama pemerintah adalah memperkuat kebijakan devisa hasil ekspor (DHE). Menurutnya, dana hasil ekspor dari sektor batu bara dan crude palm oil (CPO) harus lebih optimal ditempatkan di dalam sistem keuangan nasional sehingga pasokan dolar di pasar domestik meningkat dan mampu menopang penguatan rupiah.

“Minggu depan ada action dari saya terkait nilai tukar. Nanti kalau itu mulai berjalan kan hasil devisanya nggak lari ke mana-mana atau dari ekspor batu bara, ekspor CPO akan tinggal di sini,” kata Purbaya di Istana, Jakarta Pusat, dikutip dari detik finance (22/5/2026).

Pemerintah meyakini kebijakan penempatan devisa hasil ekspor di himpunan bank milik negara (Himbara) akan membuat pengawasan lebih mudah dan mengurangi potensi dana kembali mengalir ke luar negeri. Dengan bertambahnya suplai dolar di dalam negeri mulai Juni mendatang, stabilitas nilai tukar rupiah diyakini akan semakin kuat.

DHE-nya juga hasil ekspor yang mulai dijalankan lagi yang baru kan Juni. Itu akan memperkuat semuanya,” ungkap Purbaya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan intervensi di pasar obligasi melalui pembelian surat utang negara di pasar sekunder. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas imbal hasil atau yield obligasi agar investor asing tetap tertarik menanamkan modalnya di Indonesia.

Laporan: Saiful

Share: