Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Dosen UIN Sunan Kudus Bersama LPNU Kudus Gelar Pelatihan Editing Video Berbasis FFmpeg

KlikFakta.com, KUDUS – Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kudus bekerja sama dengan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Cabang Kudus menyelenggarakan pelatihan editing video berbasis FFmpeg di Kabupaten Kudus.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi usaha. Pelatihan diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai bidang usaha.

Tim dosen UIN Sunan Kudus diketuai oleh Agus Supriyanto, M.M., dengan anggota Ridwan, M.E., serta melibatkan mahasiswa Hendra Sandi Prasetiya dan Ulil Albab. Tim bekerja bersama LPNU Cabang Kudus dalam mengidentifikasi kebutuhan peserta sekaligus mendukung pelaksanaan kegiatan agar materi yang diberikan sesuai dengan kondisi pelaku usaha.

Pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu pada 27 Agustus 2026 dan tanggal 21 September 2026. Pelatihan pertama dengan fokus pada pengenalan FFmpeg, pengelolaan file, penggunaan perintah dasar, penggabungan klip video, penambahan teks dan logo, serta proses ekspor video. Peserta juga diperkenalkan pada pola kerja sederhana agar proses pengeditan dapat dilakukan secara lebih terstruktur.

Pelatihan kedua di Kampus UIN Sunan Kudus, pada tahap ini peserta diarahkan untuk menggunakan templat yang telah disiapkan dan mempraktikkan proses pengeditan dengan menggunakan foto, video, logo, dan informasi produk dari usaha masing-masing.

FFmpeg dipilih karena memiliki kemampuan untuk mengotomatisasi berbagai proses pengolahan video yang dilakukan secara berulang. Melalui templat yang sederhana, peserta dapat melakukan penggabungan klip, menambahkan identitas usaha, menyesuaikan ukuran video, memasukkan teks promosi, dan menghasilkan video yang dapat digunakan pada berbagai kanal media sosial.

Agus Supriyanto menjelaskan bahwa pelatihan tidak diarahkan untuk menjadikan peserta sebagai ahli pemrograman, tetapi untuk membantu memahami cara memanfaatkan teknologi secara praktis.

“Peserta tidak harus menghafal banyak perintah. Kami lebih menekankan bagaimana mereka dapat menggunakan templat, mengganti foto atau video produk, memasukkan identitas usaha, kemudian menghasilkan video promosi yang dapat digunakan kembali untuk kebutuhan pemasaran,” jelasnya.

Kondisi awal menunjukkan bahwa seluruh peserta belum pernah menggunakan FFmpeg. Materi pelatihan karena itu dimulai dari tahap paling dasar dan dikembangkan secara bertahap melalui praktik langsung.

Hasil kegiatan menunjukkan perkembangan kemampuan peserta. Pada pelatihan pertama, sebanyak 24 peserta mampu menyelesaikan video awal. Pada pelatihan kedua, jumlah tersebut meningkat menjadi 28 peserta yang mampu menyelesaikan video promosi berbasis aset usaha masing-masing.

Ketua LPNU Cabang Kudus menyambut positif kegiatan tersebut karena kemampuan memproduksi konten digital semakin dibutuhkan. Pemanfaatan video dinilai dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produk dan layanan melalui WhatsApp, Instagram, TikTok, maupun kanal digital lainnya.

Pelatihan juga tidak berhenti pada kegiatan tatap muka. Tim UIN Sunan Kudus melanjutkan kegiatan melalui pendampingan, penyediaan templat, panduan troubleshooting, serta bahan pembelajaran yang dapat digunakan peserta setelah pelatihan selesai.

Kerja sama antara dosen UIN Sunan Kudus dan LPNU Cabang Kudus diharapkan dapat memperkuat kemampuan digital pelaku UMKM sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan komunitas ekonomi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, harapannya bisa memperoleh pengetahuan mengenai teknologi pengolahan video, tetapi juga pengalaman menggunakan teknologi secara langsung untuk mendukung kebutuhan promosi.

Editor: Saiful

Share: