klikFakta.com, JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) yang dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Maret 2026 mendatang. Ajang ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi industri furnitur Jepara di pasar global.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan bahwa pada tahun ini JIFBW akan digelar dengan konsep hybrid exhibition, yaitu memadukan pameran secara offline dan online. Konsep tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada para buyer yang datang ke Jepara.
Menurutnya, salah satu keunggulan JIFBW adalah kesempatan bagi para pembeli internasional untuk melihat secara langsung proses produksi furnitur di Jepara.
“Yang membedakan, kegiatan ini lebih fokus pada kunjungan buyer ke workshop atau factory. Jadi tidak hanya satu meeting point, tetapi buyer akan diantar langsung ke pabrik. Ini hanya ada di Jepara yang bisa visit langsung ke factory,” ujar Witiarso.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan kepercayaan lebih kepada para pembeli, karena mereka dapat melihat secara langsung kualitas produksi, proses pengerjaan, hingga kapasitas industri mebel yang dimiliki Jepara.
Witiarso menilai kegiatan JIFBW menjadi peluang strategis untuk meningkatkan daya saing produk furnitur Jepara di tengah persaingan pasar global. Ia juga optimistis kondisi pasar furnitur pada tahun ini akan menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Selain memperluas akses pasar, pemerintah daerah juga mendorong pelaku industri untuk terus meningkatkan kualitas desain produk. Menurutnya, inovasi desain menjadi salah satu kunci agar furnitur Jepara tetap diminati oleh pasar internasional yang terus berkembang.
“Kita terus meningkatkan desain supaya bisa menangkap kebutuhan pasar. Ini menjadi tantangan agar produk Jepara bisa diterima baik di pasar lokal maupun internasional,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Jepara juga berkomitmen memberikan dukungan kepada pelaku industri furnitur melalui berbagai program promosi dan fasilitasi pameran. Pada ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) tahun ini, sekitar 20 pelaku usaha furnitur asal Jepara difasilitasi untuk ikut serta memamerkan produknya.
Setelah IFEX, JIFBW akan menjadi agenda lanjutan yang tidak hanya mempromosikan produk furnitur, tetapi juga memperkenalkan ekosistem industri mebel Jepara secara lebih luas.
Menurut Witiarso, industri mebel Jepara tidak hanya terpusat di kawasan industri tertentu, tetapi tersebar di berbagai desa dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing.
“Jepara memiliki banyak produk unggulan yang tersebar di desa-desa. Ini akan kita dorong menjadi bagian dari wisata,” katanya.
Melalui konsep tersebut, pengunjung maupun buyer yang datang ke Jepara tidak hanya melihat produk, tetapi juga dapat merasakan langsung atmosfer produksi mebel yang menjadi identitas daerah tersebut.
Selain memperkuat promosi melalui JIFBW, beberapa perusahaan furnitur Jepara juga dijadwalkan mengikuti pameran internasional di Dubai. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas pasar ekspor dan memperkenalkan furnitur Jepara kepada jaringan buyer yang lebih luas di tingkat global. (ADV)







