Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Rapid Respon KPPI Demak: Dari Bantuan Hingga Ruang Curhat Perempuan

KPPI Demak saat menyalurkan bantuan sembako

KlikFakta.com, DEMAK – Kegiatan Program Rapid Respon yang dilaksanakan oleh Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kabupaten Demak pada 20–22 Februari 2026 tidak hanya menjadi agenda penyaluran bantuan, tetapi juga ruang mendengar dan menguatkan suara perempuan pesisir Demak yang selama ini menghadapi langsung dampak krisis iklim.

Ketua DPD KPPI Kabupaten Demak, Rika Puspita Sari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini menjangkau tiga kecamatan, yakni Wedung, Sayung, dan Bonang, yang meliputi 11 desa dengan total 300 penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa Rapid Respon bukan sekadar bantuan sembako, melainkan bentuk kehadiran organisasi dalam memastikan perempuan pesisir tidak berjalan sendiri menghadapi bencana dan ketidakpastian ekonomi.

Di sela kegiatan, cerita-cerita perempuan pesisir Demak mengemuka. Perempuan pesisir di tiga kecamatan ini menceritakan bagaimana rob yang datang hampir setiap bulan membuat dapurnya tergenang. Suaminya tidak bisa melaut hingga berbulan-bulan karena gelombang tinggi. Selama itu, ia tetap berusaha mengolah ikan sisa tangkapan untuk dijual kembali, meski hasilnya tidak seberapa. “Kalau tidak saya yang cari cara, anak-anak mau makan apa,” tuturnya.

Dari Desa Babalan Kec.Wedung ibu Rubaeah, seorang perempuan nelayan lainnya mengaku harus memutar otak ketika pendapatan berhenti total hampir empat bulan. Ia biasa membantu memperbaiki jaring dan menyiapkan logistik sebelum suami melaut. Namun ketika laut tak bersahabat, pekerjaan itu ikut terhenti. Di saat bersamaan, air bersih semakin sulit karena intrusi air laut, sementara sanitasi lingkungan yang kurang memadai memperbesar risiko penyakit bagi anak-anaknya.

Cerita serupa juga datang dari Bonang. Ibu Nur wasila seorang penerima manfaat mengungkapkan bahwa meskipun dirinya aktif menjadi buruh pengolah ikan asin, ia juga menjadi juru masak bisa membantu ekonomi saat suami tiak melaut. belum memiliki pengakuan resmi sebagai nelayan perempuan. Ia merasa kontribusinya besar bagi ekonomi keluarga, tetapi perlindungan sosial belum sepenuhnya ia rasakan.

IMG 20260223 WA0011

Ketua DPP KPPI, Rosinah, dalam pemaparannya menjelaskan struktur organisasi KPPI dari pusat hingga daerah serta menegaskan bahwa perempuan pesisir adalah aktor utama ketahanan keluarga dan komunitas. Ia menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap bencana dan krisis iklim yang kini semakin sering terjadi di wilayah pesisir.

Sekretaris Jenderal DPP KPPI, Riza Puspita Sari, turut menyosialisasikan pentingnya kepemilikan Kartu KUSUKA sebagai identitas pelaku usaha kelautan dan perikanan agar perempuan pesisir memiliki akses yang lebih luas terhadap program pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, Relawati selaku Wakil Ketua DPD KPPI Kabupaten Demak menyampaikan sosialisasi mengenai program Perisai sebagai agen resmi atau perpanjangan tangan dari BPJS Ketenagakerjaan. Melalui agen Perisai, perempuan pesisir dapat lebih mudah mendaftar dan memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan atas risiko kerja yang mereka hadapi.

Megawati dari Tim Gugus Bencana dan Iklim turut membantu pelaksanaan teknis di lapangan, memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran kepada perempuan pesisir yang terdampak langsung.

Melalui Program Rapid Respon ini, terlihat jelas bahwa yang mengalami dampak krisis iklim dan kebencanaan secara nyata adalah perempuan pesisir Demak. Mereka memikul beban ganda bahkan berlapis sebagai pengelola rumah tangga sekaligus penopang ekonomi keluarga. Bantuan sembako yang disalurkan bukan sekadar dukungan logistik, tetapi simbol solidaritas dan pengakuan atas perjuangan mereka.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Pengakuan identitas nelayan perempuan, akses perlindungan kerja, jaminan sosial, air bersih, sanitasi layak, dan lingkungan sehat masih harus terus diperjuangkan agar perempuan pesisir Demak dapat hidup lebih aman, bermartabat, dan sejahtera.

 

Editor : Saiful

Penulis : Rika 

Share: