klikFakta.com, JEPARA — Peran strategis tokoh masyarakat dalam menjaga stabilitas politik sekaligus mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan menjadi sorotan utama dalam diskusi politik bertajuk “Peran Strategis Tokoh Masyarakat dalam Mendukung Stabilitas Politik dan Pembangunan Daerah Berkelanjutan Menuju Jepara Mulus”.
Diskusi tersebut digelar pada Sabtu malam, 24 Januari 2026, bertempat di Resto Numan, Jepara, dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara Pratikno, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara Junarso, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Jepara, Ony Sulistiawan, yang hadir sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Ony Sulistiawan menegaskan bahwa tokoh masyarakat—baik tokoh adat, agama, pemuda, maupun tokoh lokal—memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, peran tersebut sangat penting dalam menyerap aspirasi, membangun partisipasi aktif masyarakat, serta menjaga harmoni sosial di tengah dinamika perubahan zaman.
“Secara historis, sejak pengakuan legal pada tahun 1987, tokoh masyarakat dipandang sebagai sosok yang memperoleh penghormatan, baik dari masyarakat maupun pemerintah. Mereka menjadi rujukan dalam kehidupan sosial, sekaligus penentu arah komunikasi publik di tingkat akar rumput,” ujar Ony.
Namun demikian, Ony juga mengakui bahwa di lapangan tokoh masyarakat kerap menghadapi berbagai tantangan dan hambatan dalam menjalankan perannya secara optimal. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kepemimpinan dan wawasan tokoh masyarakat dinilai sangat penting, terutama melalui pendidikan politik yang berkelanjutan.
“Pendidikan politik seperti ini diperlukan agar tokoh masyarakat mampu mengikuti perubahan zaman, memperluas wawasan, dan menjalin komunikasi yang lebih efektif dengan pemerintah maupun masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ony menekankan bahwa tokoh masyarakat harus tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat. Dengan dukungan masyarakat, tokoh masyarakat dapat berperan sebagai mediator konflik, pembentuk konsensus, serta agen sosial dan ekonomi dalam pemberdayaan masyarakat. Ia berharap tokoh masyarakat mampu mendorong inovasi dan transformasi sosial demi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno dalam materinya menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah, khususnya melalui perubahan pola pikir atau mindset dalam memilih pemimpin.
“Budaya memilih pemimpin harus diarahkan pada pemimpin yang benar-benar berorientasi pada kemanfaatan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Pratikno. Menurutnya, kesadaran politik masyarakat yang matang akan sangat menentukan kualitas kepemimpinan dan kebijakan publik di daerah.
Pemateri terakhir, Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso, menegaskan bahwa tokoh masyarakat memiliki peran sentral dalam membentuk opini publik. Ia menyebut, melalui pengaruh dan keteladanan yang dimiliki, tokoh masyarakat dapat menumbuhkan optimisme publik terhadap program-program pemerintah daerah.
“Dalam rangka mewujudkan Jepara Mulus, peran tokoh masyarakat sangat penting untuk mengajak masyarakat bersama-sama mendukung program Bupati Jepara. Dari situ akan muncul kepercayaan dan optimisme bahwa pemerintah mampu mensejahterakan rakyat,” ujar Junarso.
Diskusi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan tokoh masyarakat, sehingga stabilitas politik tetap terjaga dan pembangunan Jepara dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
Reporter: Aris Susanto







