klikFakta.com, JEPARA — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara Junarso menegaskan bahwa tokoh masyarakat memiliki peran sentral dalam membentuk opini publik serta menjadi jembatan strategis antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan stabilitas politik dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Junarso dalam diskusi politik bertajuk “Peran Strategis Tokoh Masyarakat dalam Mendukung Stabilitas Politik dan Pembangunan Daerah Berkelanjutan Menuju Jepara Mulus” yang digelar pada Sabtu malam, 24 Januari 2026, di Resto Numan, Jepara.
Menurut Junarso, tokoh masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai panutan sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam mengarahkan cara pandang masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah daerah.
“Tokoh masyarakat memiliki kemampuan membentuk opini publik. Dari sanalah optimisme masyarakat terhadap pemerintah bisa tumbuh, termasuk keyakinan bahwa program-program pembangunan benar-benar ditujukan untuk mensejahterakan rakyat,” ujar Junarso.
Ia menekankan bahwa dalam upaya mewujudkan visi Jepara Mulus, dukungan tokoh masyarakat menjadi faktor penting untuk menggerakkan partisipasi publik secara luas. Dukungan tersebut, kata dia, akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah, khususnya dalam menjalankan agenda pembangunan.
“Jepara Mulus tidak bisa berjalan sendiri. Perlu keterlibatan semua pihak. Tokoh masyarakat harus berada di garda depan, mengajak masyarakat bersama-sama mendukung program Bupati Jepara demi kepentingan bersama,” tegasnya.
Sebelumnya, diskusi tersebut juga menghadirkan Kepala Kesbangpol Kabupaten Jepara Ony Sulistiawan yang memaparkan peran tokoh adat, agama, pemuda, dan tokoh lokal sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Ony menilai, tokoh masyarakat memiliki posisi strategis namun menghadapi berbagai tantangan di lapangan, sehingga perlu peningkatan kapasitas dan pendidikan politik yang berkelanjutan.
Sementara Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat dalam membangun pola pikir yang sehat dalam kehidupan politik, terutama dalam memilih pemimpin yang berorientasi pada kemanfaatan dan kesejahteraan masyarakat pungkasnya.
Reporter: Aris Susanto







