Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Dorong Kreativitas Pelajar, Pemkab Kudus Gandeng SMK RUS Produksi Animasi “Sai & Uti”

klikFakta.com, KUDUS – Pemkab Kudus bersama SMK Raden Umar Said (SMK RUS) Kudus melalui RUS Animation Studio merilis film animasi berjudul Sai & Uti yang mengangkat kekayaan kuliner, sejarah, wisata, hingga nilai toleransi Kota Kudus.

Film yang terdiri atas dua episode dengan durasi total sekitar 10 menit ini digarap sebagai media edukasi dan promosi yang ringan dan fresh. Melalui penyajian dalam bentuk video animasi, profil Kudus ini diyakini dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, anak muda, hingga orang tua.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Birton terlibat langsung sebagai voice actor dari karakter Sai dan Uti. Episode pertama berjudul “Jelajah Kuliner Khas Kudus” mempromosikan berbagai kuliner seperti Soto Kerbau khas Kudus.

Episode kedua yang berjudul “Jelajah Destinasi Ikonik Kudus” mengenalkan ke pemirsa tentang destinasi wisata unggulan Kudus seperti Wisata Religi di Kompleks Masjid dan Makam Sunan Muria , Makam Sunan Kudus , Masjid dan Menara Kudus, dan juga Museum Kretek.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus, Satria Agus Himawan, mengatakan bahwa film ini merupakan upaya mengenalkan profil Kudus melalui media promosi yang ringan dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, mulai dari generasi muda hingga para senior citizen.

“Sai & Uti sudah tayang di videotron Masjid Agung Kudus dan YouTube Kudus News Channel. Kami juga mempersilakan sekolah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat untuk menggunakan film ini sebagai bahan literasi tentang Kabupaten Kudus,” ujar Satria.

Menurutnya, capaian ini bukan sekadar soal tayang, melainkan pembuktian kapasitas siswa SMK RUS dalam menghasilkan karya kreatif yang punya nilai promosi daerah.

“Kehadiran film animasi ini sekaligus menunjukkan bahwa siswa SMK RUS dalam produksi karya kreatif tidak hanya mengasah kemampuan animasi, tetapi juga mampu mengangkat potensi daerah melalui medium visual yang lebih mudah diterima berbagai kalangan,” tambahnya.

Sementara itu, CEO RUS Animation Studio, Roy Tok, mengungkap sekitar 40 siswa terlibat dalam proyek yang digarap selama dua bulan ini.

“Film ini dikerjakan oleh tim bersama siswa-siswi SMK RUS. Kurang lebih ada 40 orang yang terlibat dan proses pengerjaannya sekitar dua bulan,” ujar Roy.

Bagi Roy, proses panjang tersebut punya makna lebih dari sekadar produksi teknis.

“Project animasi karya anak-anak kita ini didedikasikan sebagai kado Hari Jadi ke-477 Kota Kudus dari SMK RUS Kudus,” tambah Roy.

Share: