Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pelatih Persijap Jepara Sesalkan Keputusan Wasit yang Anulir Gol Franca

Pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves (Foto: KlikFakta/Aris. S)

KlikFakta.com, JEPARA – Pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit setelah timnya kalah tipis 0-1 dari Arema FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Senin (2/2/2026).

Pelatih asal Portugal itu menyoroti keputusan wasit yang menganulir dua gol Persijap, salah satunya gol yang dicetak Franca pada menit ke-58. Menurut Alves, keputusan tersebut sangat merugikan timnya dan berdampak padaPelat mental para pemain di lapangan.

Meski demikian, Alves tetap memberikan apresiasi terhadap jalannya pertandingan dan sportivitas yang ditunjukkan kedua tim. Ia menilai laga berlangsung terbuka dan menarik, dengan Arema FC maupun Persijap Jepara sama-sama menampilkan permainan menyerang.

“Arema main bagus, kami juga main bagus. Di babak pertama kami bermain lebih baik, sementara di babak kedua kedua tim sama-sama punya peluang. Secara jujur, pertandingan ini seharusnya bisa berakhir imbang satu-satu,” ujar Divaldo Alves dalam konferensi pers usai pertandingan.

Kekecewaan Alves memuncak saat membahas gol Franca yang dianulir wasit. Ia mengklaim bahwa posisi pemainnya saat itu sah dan tidak berada dalam posisi offside.

“Ada satu gol yang jelas tidak offside. Kami sudah selebrasi, lalu tiba-tiba dianulir. Saya tidak mengerti. Setiap kali kami mau menyerang atau melakukan transisi, selalu ada peluit. Sedikit demi sedikit itu merusak mental pemain,” tegasnya.

Alves menambahkan, keputusan-keputusan krusial seperti ini seharusnya dapat diminimalkan demi menjaga kualitas kompetisi dan kepercayaan tim terhadap perangkat pertandingan. Namun, ia menegaskan bahwa timnya tetap menghormati keputusan wasit sebagai bagian dari pertandingan.

Dalam laga tersebut, Arema FC berhasil mencetak gol tunggal kemenangan pada menit ke-37 melalui Hansamu Yama, yang memanfaatkan situasi bola mati. Gol tersebut menjadi penentu hasil akhir pertandingan.

Kekalahan ini berdampak cukup signifikan bagi posisi Persijap Jepara di klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Hingga pekan ke-19, Laskar Kalinyamat masih tertahan di peringkat ke-16, atau zona degradasi, dengan koleksi 12 poin dari 19 pertandingan.

Meski berada dalam situasi sulit, Alves menegaskan timnya belum menyerah dan akan terus berjuang pada laga-laga berikutnya.

“Kami masih punya pertandingan ke depan. Kami harus tetap percaya, bekerja lebih keras, dan fokus memperbaiki apa yang bisa kami kontrol,” pungkasnya.

 

Reporter : Aris. S

Share: