KlikFakta.com, REMBANG — Pertandingan final Kamaresa Futsal Cup Vol. 2 di Bergas, Kragan, Kabupaten Rembang, Minggu 25 Januari 2026, diwarnai ketegangan akibat keputusan wasit dari Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Rembang yang dinilai merugikan tim SMK 1 Sedan.
Sejumlah keputusan wasit memicu protes dari pemain dan suporter.
Kericuhan mewarnai laga puncak antara SMK 1 Sedan dan SMA 3 Rembang.
Sepanjang pertandingan, sejumlah insiden handball yang dilakukan oleh pemain SMA 3 Rembang terlihat jelas, namun tidak dinilai sebagai pelanggaran oleh wasit. Keputusan tersebut memicu kekecewaan dari pihak SMK 1 Sedan maupun penonton yang hadir.
Pada pertengahan pertandingan, kedua tim sempat bermain imbang. Memasuki menit-menit akhir, SMA 3 Rembang berhasil mencetak gol penentu kemenangan. Gol tersebut semakin memanaskan suasana karena terjadi di tengah kontroversi keputusan wasit.
Sejumlah suporter meluapkan kekesalannya terhadap kepemimpinan wasit.
“Wasitnya matanya nggak dipakai. Udah tahu pelanggaran kenapa tidak ditiup peluitnya,” teriak beberapa penonton dari tribun.
Meski demikian, pihak ofisial SMK 1 Sedan menyatakan menerima hasil pertandingan. Namun, mereka menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilai tidak adil.
“Kami bisa menerima kekalahan, tetapi keputusan wasit seperti ini bukan pertama kali. Bukan hanya suporter, banyak penonton juga merasa tidak terima,” ujar perwakilan ofisial SMK 1 Sedan.
Kericuhan tidak berlangsung lama setelah aparatKeric kepolisian dan TNI yang berjaga di lokasi segera melakukan pengamanan. Situasi berhasil dikendalikan dan pertandingan berakhir dengan aman.
Peristiwa ini menjadi catatan evaluasi bagi panitia pelaksana Kamaresa Futsal Cup serta pihak terkait agar pelaksanaan turnamen ke depan dapat berjalan lebih profesional dan menjunjung tinggi prinsip keadilan dalam pertandingan.
Editor: Saiful
Penulis : Devina







