KlikFakta.com, JEPARA — Ribuan masyarakat memadati Alun-alun 1 Jepara dalam gelaran Wilujengan Nagari dan doa bersama lintas agama, Jumat (10/04/2026) malam.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-477 Kabupaten Jepara.
Dengan duduk bersila, masyarakat tampak khusyuk memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing dengan dipimpin pemuka agama. Suasana terasa khidmat di bawah langit malam yang teduh, ditemani semilir angin yang menambah ketenangan dalam prosesi spiritual tersebut. Usai doa bersama, ratusan tumpeng langsung dibagikan kepada masyarakat.
Tradisi makan bersama secara berkelompok ini berlangsung penuh keakraban, seluruh tumpeng yang disediakan juga disantap dengan lahap.
Acara kemudian ditutup dengan penampilan tujuh dalang cilik yang membawakan lakon Banjaran Bima, menghadirkan nuansa tradisi dan budaya khas Jawa di tengah tasyakuran Hari Jadi Jepara ke-477.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan Wilujengan Nagari merupakan wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar batin masyarakat Jepara.
“Wilujengan Nagari yang kita gelar ini merupakan wujud rasa syukur, doa, dan ikhtiar batin kita bersama untuk memohon wilujeng, keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan bagi Jepara,” ujarnya.
Ia juga menambahkan doa lintas agama tersebut dipanjatkan untuk seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani, nelayan, pekerja, pelaku usaha, generasi muda dan lainnya.
“Kita membawa harapan yang sama: mugi Jepara tansah ayem, tentrem, gemah ripah loh jinawi,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Witiarso juga menyinggung pentingnya pelestarian budaya melalui penampilan dalang cilik.
Menurutnya, lakon Bima yang ditampilkan sarat dengan nilai keberanian, kejujuran, keteguhan hati, dan keberpihakan pada kebenaran.
“Ini adalah tanda bahwa budaya luhur sedang kita wariskan kepada anak-anak kita. Nilai-nilai itulah yang harus terus kita bawa dalam membangun Jepara ke depan,” pungkasnya.
Salah seorang warga, Sayuti (60) mengatakan Hari Jadi Jepara tahun ini tak hanya sekadar semarak dan menghibur namun juga kaya filosofi dan makna. Ia juga menilai Pemkab Jepara di bawah kepemimpinan Witiarso Utomo menunjukkan langkah nyata nguri-nguri budaya yang memang hidup dan berkembang di masyarakat.
“Spirit berpijak dari akar budaya untuk menatap masa depan sangat terasa sekali. Warga seumuran saya juga sangat terhibur ada kirab budaya nuansa tradisional, wayang, doa bersama dan lainnya. ” tandas warga Suwawal ini.(ADV)







