Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Harapkan Islah PBNU, Jam’iyyah Shalawat Nariyah PKB Nalumsari Jepara Ziarah Muassis NU

klikFakta.com, JEPARA – Di tengah kemelut yang tengah terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), warga Nahdliyyin yang tergabung dalam Jam’iyyah Idaroh Shalawat Nariyah Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, menggelar ziarah ke makam para muassis dan tokoh NU.

Ziarah tersebut dilakukan ke makam Hadlratus Syaikh KH M Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid di Tebuireng, KH Abdul Wahab Hasbullah di Tambak Beras, serta KH Bisri Syansuri di Denanyar, Jombang, Jawa Timur, pada Ahad, 14 Desember 2025.

Ketua DPAC PKB Nalumsari, Zainal Anwari, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan warga NU akar rumput terhadap dinamika dan kemelut yang sedang berlangsung di PBNU.

“Kegiatan ziarah ke makam para muassis dan tokoh NU ini kami laksanakan sebagai wujud keprihatinan atas situasi yang sedang terjadi di PBNU,” ujar Zainal Anwari.

Ia menegaskan, sebagai warga NU di tingkat bawah, pihaknya hanya bisa memohon pertolongan kepada Allah SWT serta berharap terwujudnya islah di antara para kiai PBNU, baik di jajaran syuriyah maupun tanfidziyah.

“Sebagai warga NU di lapisan bawah, kami hanya bisa berdoa dan berharap adanya islah di antara para kiai PBNU,” kata Gus Zaen, sapaan akrab Zainal Anwari.

Menurutnya, ziarah ini juga menjadi sarana untuk bertawassul dan “wadul” atas kegelisahan yang dirasakan oleh warga NU di akar rumput.

“Kami bertawassul agar kebingungan dan kegelisahan warga NU akar rumput segera mendapat petunjuk dan pertolongan dari Allah SWT,” tambahnya.

Gus Zaen berharap para masyayikh, kiai, dan ulama di PBNU dapat memberikan solusi terbaik serta menjadi teladan bagi warga NU di seluruh tingkatan.

Sementara itu, Ustadz Sukarno yang memimpin istighatsah, doa, dan tahlil dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan harapan serupa. Ia menilai keresahan yang dirasakan warga NU lapisan bawah cukup luas dan nyata.

“Keresahan, kegelisahan, dan kekhawatiran ini banyak dirasakan oleh warga NU di lapisan bawah,” ungkap Ustadz Sukarno.

Ia berharap seluruh dinamika yang terjadi di tubuh PBNU dapat segera berakhir sebelum peringatan Harlah ke-103 NU pada 16 Rajab 1447 H atau 100 tahun NU pada 31 Januari 2026.

“Semoga semua kemelut dan badai ini segera berlalu, dan NU kembali kepada khittah sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah,” pungkasnya.

Share: