Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Posyandu Sekar Arum Kaliwuluh Wakili Kudus Masuk Tiga Besar Posyandu Berprestasi se Jateng

Proses verifikasi lapangan Posyandu Integrasi layanan Primer (ILP) Sekar Arum kaliwuluh 1, Dukuh Kaliwuluh, Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus dalam even Lomba Posyandu Berprestasi Jawa Tengah (Foto: Joglo Jateng)

KlikFakta.com, KUDUS –¬†Prestasi membanggakan diukir Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Sekar Arum Kaliwuluh 1, Dukuh Kaliwuluh, Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo yang mewakili Kudus masuk kategori tiga besar Penilaian Lomba Integrasi Layanan Primer (ILP) atau Posyandu Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024.

Pj Bupati Kudus Hasan Chabibie menjelaskan, Kudus masuk sebagai tiga besar usai menjadi salah satu yang terbaik dalam seleksi administrasi dan berlanjut dengan verifikasi lapangan oleh tim penilai pada Selasa (4/6/2024).

Ia pun mengungkapkan apresiasinya terhadap Posyandu Sekar Arum Kaliwuluh 1.

“Kami sangat mengapresiasi. Sebab ini juga merupakan jawaban atas pemenuhan kebutuhan kesehatan dalam siklus hidup masyarakat,” ucapnya.

Kader Posyandu Sekar Arum Kaliwuluh 1, Natasya Fathia Eka Sandy mengungkapkan pihaknya memiliki program inovasi yang kuat seperti Ibu Baik (Hasil Bumi) dan Pawon Kuat (Kudapan Kuat).

“Inovasi ini berhasil meningkatkan mutu kesehatan di wilayah setempat. Kita juga punya kunjungan rutin terencana untuk sasaran yang tidak hadir di posyandu dan yang berisiko tinggi,” ucapnya.

Natasya menyebut, posyandunya sudah mengantongi SK sebagai Posyandu ILP dengan 13 kader dan 25 Keterampilan Dasar.

Sementara itu, Ketua Tim Juri Penilaian Lomba Posyandu Berprestasi, Rita Ultrajani mengatakan ada 29 kabupaten dan kota yang ikut even ini.

Awalnya, terpilih enam posyandu yang lolos verifikasi lapangan. Hingga akhirnya mendapat tiga posyandu (terbaik), yakni Kudus, Blora, dan Rembang.

Lomba ini, kata dia, bertujuan untuk mewujudkan Puskesmas dan Posyandu ILP dalam skema layanan kesehatan, medis, dan pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi.

Salah satunya melalui program skrining kesehatan rutin sekali dalam satu bulan untuk perempuan dan laki-laki. Di samping memiliki inovasi-inovasi pelayanan kesehatan lain.

“Triwulan pertama kita targetkan 10 persen dari puskesmas yang ada di Jawa Tengah sudah ILP. Lalu tuntas di tahun 2024 harapannya semua sudah ILP,” tambahnya.

Sumber: Joglo Jateng

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *