Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Waspada! Ini 4 Bencana yang Punya Resiko Tinggi saat Hujan di Jepara

Seorang anak sedang menaiki rakit yang terbuat dari pohon pisang untuk menyusuri banjir, Selasa (28/02). (KlikFakta/Nur Ithrotul Fadhilah)

KlikFakta.com, JEPARA – Berdasarkan hasil Kajian Risiko Bencana Kabupaten Jepara Tahun 2023 – 2027, terdapat 10 jenis bahaya bencana di Jepara.

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta menerangkan, 10 jenis bahaya bencana antara lain banjir, rob, banjir bandang, cuaca ekstrem atau angin puting beliung.

Selain itu, ada tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gelombang ekstrem dan abrasi, gempa bumi, epidemi atau wabah penyakit.

Namun demikian, Edy menyebut, hasil penghitungan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI), tahun 2022 Jepara masuk dalam daerah berkategori “Kelas Risiko Sedang” dengan skor 122,27. Berada di posisi ke-13 di Jawa Tengah.

“Kelas risiko ini lebih baik dibanding tahun 2020, yang masuk dalam kategori, “Kelas Risiko Tinggi” dengan skor 135,11,” kata Edy saat Dialog Interaktif “Bupati Menyapa” di Radio Kartini FM, pada Kamis (30/11/2023).

Dari 10 jenis bahaya bencana, terdapat 4 jenis bahaya risiko tinggi dengan kecenderungan kejadian meningkat setiap tahunnya. Yakni, banjir, banjir rob, kekeringan, dan tanah longsor.

“Memasuki musim awal penghujan ini perlu mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin puting beliung, tanah longsor, dan gelombang ekstrem,” kata dia.

Lebih detail potensi bencana di Jepara yaitu, wilayah selatan di Desa Dorang, Mayong Kidul, Paren, Gedangan, Welahan. Lalu Kedungsarimulyo, Batukali, Gerdu, Kaliombo, Tedunan, Sowan Kidul, dan Sowan Lor.

Kemudian wilayah tengah di ruas jalan Tegalsambi, Teluk Awur, Semat.

Banjir perkotaan di wilayah Kota Jepara apabila intensitas hujan sangat tinggi, serta Mlonggo di wilayah Jambu-Karanggondang, dan Bondo.

Juga di wilayah utara yaitu Desa Sumberrejo dan Clering.

“Saat ini, kami telah menyiapkan anggaran rutin dan dana darurat untuk percepatan penanganan berupa Dana Belanja Tak Terduga (BTT) dengan SK Tanggap Darurat Bencana jika situasinya diperlukan,” katanya.

“Juga tidak ketinggalan, saya telah instruksikan seluruh Perangkat Daerah untuk melakukan inventarisasi kebutuhan pokok masyarakat Karimunjawa, tak hanya pangan tapi BBM dan LPG. Stok cadangan pangan di Karimunjawa harus terpenuhi selama baratan,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, saat ini 23 anggota rescue cepat sudah siap 24 jam. Termasuk dibantu dan kerjasama dengan ormas dengan sekitar 500 personil yang sudah dilatih dan siap diterjunkan.

“Selain itu, Jepara telah memiliki 6 desa Tangguh Bencana yaitu Desa Tempur (Keling), Batukali, Karangrandu, Gerdu (Pecangaan), Bungu (Mayong), dan Damarwulan (Keling). Yang siap, jika sewaktu-waktu terjadi bencana di wilayah tersebut,” kata dia.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *